INFORMASI OBAT DAN MAKANAN

menu

Thursday, 21 December 2017

Hoax Atau Fakta??? Bijak Hadapi Hoax Tentang Makanan dan Kesehatan



1.    Pendahuluan
           Di era teknologi informasi saat ini, hampir semua orang tidak bisa lepas dari media sosial. Dimanapun dan kapanpun orang bisa mengakses internet dengan mudah. Sisi positifnya, informasi sangat cepat tersampaikan. Namun sisi negatifnya adalah media dibombardir dengan berbagai jenis informasi baik yang berdasarkan fakta maupun yang hanya berupa hoax. Apakah hoax itu? Menurut Wikipedia,  pemberitaan palsu (bahasa Inggris: hoax) adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.
Kemajuan teknologi informasi ini juga membawa dampak yang bagus dunia periklanan, promosi dan publikasi. Pelaku usaha berlomba-lomba bersaing berebut pasar melalui promosi di berbagai media cetak maupun elektronik. Tetapi promosi yang berlebihan juga bisa menjadi hoax, dan sangat merugikan konsumen.

2.    Hoax Atau Fakta??? Berikut Tips Menangkal Hoax...
Jika menerima sebuah pesan/ berita pasti kita bertanya – tanya benarkah informasi ini? Hoax atau fakta? Ada juga sebagian masyarakat yang langsung menyebarkan berita tersebut tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya. Hoax yang beredar di masyarakat sangat beragam mulai dari topik makanan, kesehatan, politik dan lain-lain.
Penelitian yang dilakukan Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wina Armada Sukardi menyebutkan hoax yang paling banyak tersebar adalah mengenai informasi kesehatan. Seringkali penyebar hoax tidak menyadari bahwa informasi tersebut tidak benar, ia hanya berfikir bahwa informasi tersebut bermanfaat bagi orang lain. Topik mengenai kesehatan atau makanan sangat cepat menyebar, hal ini karena topik kesehatan dan makanan berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, sehingga cepat membuat resah dan khawatir. Apalagi kalao hoax itu menyangkut kesehatan anak-anak, pasti akan membuat resah para orang tua, misalnya hoax tentang permen narkoba. Tak kalah ramainya jika hoax itu menyangkut keperluan manusia sehari-hari, misalnya hoax yang beredar belakangan ini tentang beras plastik atau garam mengandung pecahan kaca.
 Berikut tips sederhana untuk menangkal hoax :
1.    Perhatikan judul dan beritanya
Berita hoax seringkali menggunakan judul dan berita yang sensasional dan provokatif, misalnya dengan langsung menyebutkan sumber dari pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya kita mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya kita sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2.    Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

 3. Gunakan logika
Kalau dicermati lebih dalam seringkali hoax tidak masuk dalam logika, misalnya hoax tentang beras plastik, secara logika berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat beras plastik? Bukankah lebih mahal dari harga beras sebenarnya?

 4. Cek keaslian foto
Hoax terkadang disertai foto atau video yang seolah-olah sangat myakinkan. Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

 5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

 Adapun cara melaporkan berita atau informasi hoax adalah sebagai berikut :
·         Apabila menjumpai informasi hoax, lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. 
·      Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. 
·        Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram. 
·       Kemudian, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. 
·   Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.  

3.    Bijak Hadapi Hoax Tentang Makanan dan Kesehatan
Badan POM sebagai salah satu instansi pengawas melakukan pengawasan terhadap produk obat dan makanan dalam melindungi masyarakat sebagai konsumen yang berhak mendapatkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan terkait produk tersebut. Salah satu upaya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, Badan POM merilis klarifikasi untuk menjawab hoax yang beredar di masyarakat. Masyarakat dapat mengakses melalui website www.pom.go.id atau bbpom-yogya.pom.go.id. Contoh Klarifikasi yang telah diterbitkan Badan POM antara lain :

    1.    KLARIFIKASI BADAN POM TERKAIT BEREDARNYA ISU PRODUK OBAT PARASETAMOL YANG MENGANDUNG VIRUS BERBAHAYA http://www.pom.go.id/…/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BEREDA…
2. Penjelasan Badan POM Terkait Isu Kehalalan Bahan Makanan http://www.pom.go.id/…/Penjelasan-Badan-POM--Terkait-Isu-Ke…
3. Penjelasan BPOM terkait Berita tentang Kantong Teh Celup yang Mengandung Racun http://www.pom.go.id/…/Penjelasan-BPOM-terkait-Berita-tenta…
4. Penjelasan Badan POM Terkait Hasil Pemeriksaan Produk Permen Jari yang Diduga Mengandung Narkoba http://www.pom.go.id/…/-Penjelasan-Badan-POM--Terkait-Hasil…
5. Bantahan Tentang Penarikan 10 Item Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi http://www.pom.go.id/…/Bantahan-Tentang-Penarikan-10-Item-O…
6. Siklamat dapat Menyebabkan Penyakit Lupus http://www.pom.go.id/…/Siklamat-dapat-Menyebabkan-Penyakit-…
7. Kehalalan Produk Obat dan Makanan serta penggunaan kode E-Numbers http://www.pom.go.id/…/Kehalalan-Produk-Obat-dan-Makanan--s…
8. Produk Pangan yang dapat Menyala jika Terbakar  http://www.pom.go.id/…/Produk-Pangan-yang-dapat-Menyala-jik…
9. Bahaya Mi Instan http://www.pom.go.id/…/view/klarif…/27/Bahaya-Mi-Instan.html
10. Kode E-Numbers Pada Pangan Olahan http://www.pom.go.id/…/Kode-E-Numbers-Pada-Pangan-Olahan.ht…
11. Klarifikasi Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Tentang Air Mineral http://www.pom.go.id/…/Klarifikasi-Badan-Pengawas-Obat-Dan-…
12. Klarifikasi : Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Darah dan Virus HIV http://www.pom.go.id/…/Klarifikasi---Produk-Pangan-Yang-Tid…
13. Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Pemanis Buatan http://www.pom.go.id/…/Produk-Pangan-Yang-Tidak-Aman-Dikons…

Selain melaui website, klarifikasi juga disebarkan melalui media sosial dalam bentuk Infografis. Contoh Klarifikasi yang telah diterbitkan Badan POM antara lain :




            Diharapkan dengan adanya klarifikasi ini, dapat meredam keresahan masyarakat dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar. Mari bermedia sosial yang sehat dan lawan hoax.

(Sumber : Badan POM dan berbagai sumber, ditulis oleh Wulandari/BBPOM di Yogyakarta)
HP. 085228634009

No comments:

Post a Comment