INFORMASI OBAT DAN MAKANAN

menu

Tuesday, 19 December 2017

Memasyarakatkan Pengganti Bleng


A.    Pendahuluan
Krupuk sudah menjadi makanan yang familiar di masyarakat. Selain sebagai camilan, krupuk juga digunakan sebagai pendamping makan nasi, gado-gado, lotek dan sebagainya. Bahkan ada yang bilang belum terasa makan kalau tidak menggunakan krupuk. Bermacam-macam kerupuk beredar di masyarakat ada krupuk sermier, krupuk gendar, krupuk jengkol, krupuk tela, krupuk rambak dan lain-lain.

Kerupuk gendar adalah krupuk yang sudah dibuat secara turun temurun. Kerupuk gendar atau kadang disebut gendar saja adalah kerupuk yang terbuat dari adonan nasi ditambah bumbu/ penambah rasa, kemudian dikukus dan ditumbuk kemudian diiris tipis-tipis lalu dijemur kurang lebih 2-3 hari, baru digoreng. Karena ketidaktahuan,  masyarakat sering menambahkan Bleng agar adonan kerupuk gendar menjadi kenyal (kompak) dan mudah diiris. Bleng yang beredar di pasaran bermacam-macam merk antara lain cap Semar, cap Djago, cap Wayang dan lain sebagainya. Nama kimia dari bleng adalah Boraks, di berbagai daerah di Indonesia dikenal dengan banyak istilah antara lain bubuk gendar, pijer tjetitet atau air ki.




Gambar 1. Boraks murni yang dijual dalam kemasan eceran dan dikenal dengan nama “PIJER” atau dengan merek dagang “DJAGO”
B.     Bahaya Bleng Mengandung Boraks
Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia Natrium Tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat.
Boraks sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pencernaan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut bahkan kematian. Konsumsi Boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan Boraks dalam pangan diantaranya bakso, cilok, lontong dan mie.
Boraks dilarang digunakan untuk pangan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Kegunaan Boraks sebenarnya untuk campuran pembuatan gelas, pengawet kayu, salep kulit, dan campuran pupuk tanaman.
Ciri-ciri pangan mengandung Boraks antara lain bakso memiliki tekstur kenyal, dengan warna cenderung agak putih dan rasa sangat gurih, sedangkan kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa getir.

C.    Memasyarakatkan Pengganti Bleng
BBPOM di Yogyakarta bersama lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan, Disperindag, Dinas Pasar dan lain-lain tak henti-hentinya menginformasikan kepada masyarakat terkait larangan penggunaan Bleng pada pada pangan, baik melalui media cetak, elektronik maupun secara langsung. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan timbulnya penyakit-penyakit tidak menular di masyarakat.
Penggunaan Bleng pada pembuatan bakso dapat diganti dengan Sodium Tri Poli Phosphat (STPP)  atau misonyal yang dapat dibeli di toko yang menjual bahan-bahan untuk kue. Sedangkan bahan alami tepung kanji/ tapioka dapat digunakan sebagai pengganti bleng pada pembuatan kerupuk gendar. Berikut tips pembuatan kerupuk gendar tanpa menggunakan Bleng :


Gambar 2. Tips membuat kerupuk Gendar tanpa bleng
Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan Bleng yang mengandung Boraks, menjadi tantangan kita semua untuk terus menginformasikan bahaya Boraks bagi kesehatan. Informasi harus terus disebarkan melalui media-media efektif seperti media sosial facebook, twitter dan Instagram serta melalui grup-grup watshap. Informasi juga harus diberikan kepada pedagang di pasar-pasar tradisional, warung dan toko-toko kelontong Berikut percakapan tentang  bleng yang dapat disebarluaskan ke masyarakat :
Serial POMPI : PENGGANTI BLENG
Pompi : "Ucup ...kamu mau kemana?"
Ucup   : "Aku disuruh emak ke warung membeli bleng,untuk membuat kerupuk/ lempeng gendar dari nasi ...emak punya sisa banyak nasi dirumah."
Pompi : "Jangan memakai bleng Cup....bleng biasanya mengandung Boraks, Boraks itu termasuk bahan berbahaya yang dilarang ditambahkan pada makanan karena bisa membahayakan kesehatan."
Ucup   : "Oh...gitu ya...terus diganti dengan apa Pom?"
Pompi : "Bisa diganti dengan Misonyal atau bisa juga diganti STPP (Sodium Tri Poli Phosphat) yang bisa dibeli di toko bahan-bahan kue."
Ucup   : "Kalau pengganti Boraks dari bahan yang alami ada gak Pom?"
Pompi : "Ada...bisa menggunakan kanji."
Ucup   : "Wow bisa pakai kanji?...siip...itu mudah didapat, lalu berapa takarannya Pom?"
Pompi : "Kira-kira satu ons untuk satu kilo nasi, penggunaanya dicampurkan dengan nasi dan bumbu-bumbu lainnya seperti bawang putih dan garam."
Ucup : "Apakah hasilnya sama dengan kalau pakai bleng? Bisa kenyal dan diiris tipis-tipis gitu Pom?"
Pompi : "Hasilnya memang tidak sekenyal kalau memakai bleng, bisa dicetak dengan cara di pres, atau kalau kamu tetap ingin mengiris tipis-tipis, masukkan dulu hasil adonan yang sudah jadi ke dalam kulkas selama beberapa jam,adonan akan mengeras sehingga bisa diiris tipis-tipis."
Ucup : "Ok Pom...terimakasih infonya ya, aku meluncur ke warung dulu untuk membeli kanji..sampai jumpa..."
Pompi : "Sama-sama Cup...hati-hati ya, semoga sukses membuat kerupuk/ lempeng gendarnya."

            Adanya peredaran bleng di masyarakat menjadi tanggung jawab kita bersama, rantai peredarannya harus segera dipotong, agar tidak ada lagi penggunaan bleng di masyarakat karena ketidaktahuan akan bahaya yang mengancam. Masih tingginya angka penyakit tidak menular di masyarakat yang berasal dari pangan yang tidak aman harus menjadi perhatian,
D.    Tips Sehat Untuk Konsumen
Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas, agar terhindar dari pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjadi konsumen cerdas :
-          Konsumen agar berhati-hati dalam memilih produk pangan
-     Perhatikan ciri-ciri produk pangan yang mengandung Boraks, bila ragu tidak perlu membeli
-      Cari dan tambah pengetahuan melaui seminar, televisi, radio, koran, leaflet, booklet, poster, dll

(Sumber : Badan POM, ditulis oleh Wulandari/BBPOM di Yogyakarta)

9 comments:

  1. dimasyarakat masih bingung cara penggunaan stpp untuk gendar.

    ReplyDelete
  2. Apakah stpp bisa di pakai untuk pengenyal mie

    ReplyDelete
  3. Berapa takaran stpp untuk membuat kerupuk puli

    ReplyDelete
  4. Berapa takaran stpp untuk membuat kerupuk puli

    ReplyDelete
  5. Stpp selain utk puli bisakah utk yg lain misal rengginang

    ReplyDelete
  6. ditoko bahan2 pembuat kue atau ditoko kimia

    ReplyDelete
  7. Nah saya kan buat KERUPUK dari bahan tepung terigu dan tepung kanji..nah untuk pengganti blenk memakai apa ya?

    ReplyDelete