INFORMASI OBAT DAN MAKANAN

menu

Tuesday, 22 December 2020

Aplikasi SiLaKDa (Aplikasi Pengelolaan Konsumen Datang)

1. Abstrak 
Aplikasi komputer untuk mengelola konsumen yang datang berkonsultasi mulai dari pengisian
formulir data diri sampai pengisian kuesioner kepuasan pelanggan.
 

2. Tujuan

a.  Dapat diperoleh data base konsumen dari sistem pengelolaan yang baik, terbuka, efektif dan efisien dengan aplikasi yang mencakup pengelolaan konsumen mulai dari pengisian formulir data konsumen sampai pengisian Kuesioner Kepuasan Pelanggan.

b.  Dengan Aplikasi ini akan diperoleh rekap data konsumen yang datang, rekap kepuasan pelangga, pengukuran kepuasan, analisa Route to market (RTM), nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), rekap tindak lanjut sehingga dapat  memperoleh peningkatan kualitas pelayanan menuju pelayanan prima atas kritik dan saran dari konsumen. Ktitik dan saran dapat segera  diketahui atasan, sehingga tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat.

c. Dapat mempublikasikan nilai IKM tepat waktu dibulan berikutnya.

3. Signifikansi

-  Dengan adanya inovasi ini maka akan diperoleh database pengelolaan konsumen yang datang secara cepat dan akurat. Penerima layanan dapat mengetahui bahwa kritik/saran/ masukannya dengan cepat telah ditindaklanjuti

-   Penghitungan Nilai IKM lebih cepat sehingga dapat dipublikasikan kepada masyarakat tepat waktu.
 
4. Penutup 

- Dengan adanya aplikasi SiLaKDa ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan konsumen yang datang dengan baik, cepat, efektif, efisien dan  akurat serta dapat memperoleh nilai IKM dan terpublikasikan dengan cepat ke masyarakat.

-   Dapat mengurangi kontak konsumen yang datang dengan benda-benda di Pelayanan Publik BBPOM di Yogyakarta, sehingga dapat meminimalisir penularan Covid-19 

                                                                                             Wulandari, STP-BBPOM di Yogyakarta

 
 


 

Monday, 21 December 2020

Aman Desaku, Sehat Wargaku

Pangan sebagaimana amanat Undang-Undang No.18 Tahun 2012 tentang pangan, merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang merupakan komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.




 

Permasalahan keamanan pangan dapat terjadi di setiap mata rantai pangan, sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu hendaknya dilakukan secara komprehensif dan terus-menerus. Pembangunan keamanan pangan dapat dimulai dari individu, keluarga, hingga masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada upaya yang menyentuh strata ini sehingga pangan yang aman, bermutu dan bergizi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Pembentukan Desa Pangan Aman adalah salah satu program yang telah dicanangkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan sejak tahun 2014.  Program ini berbasis pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan dan telah meng-intervensi 29 desa/kalurahan pada tahap pertama di tahun 2014-2019. Sebagai salah satu Program Nasional, kegiatan dilanjutkan pada tahap kedua tahun 2020 - 2024 yang rencananya akan menyasar 35 desa di wilayah DIY.

Tujuan dari pembentukan Desa Pangan Aman antara lain untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat desa di bidang keamanan pangan dan dalam melakukan pengawasan keamanan pangan, serta menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan.

Tujuan ini direalisasikan dalam kegiatan pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa yang bertugas mensosialisasikan materi Keamanan Pangan kepada  masyarakat desa, penambahan warga yang terpapar materi dan praktek Keamanan Pangan, pengawasan pangan beredar dengan uji sederhana tes kit bahan berbahaya berupa formalin, boraks, methanyl yellow, rhodamin-B.

Tahun 2020 terdapat 6 (enam) desa intervensi BBPOM di Yogyakarta untuk menjadi Desa Pangan Aman, yaitu desa Tayuban - desa Sukoreno di Kabupaten Kulonprogo, desa Kemejing - desa Giring di Kabupaten Gunungkidul, desa Argomulyo - desa Timbulharjo di Kabupaten Bantul.  Masing-masing desa tersebut telah melaksanakan tahapan untuk menjadi Desa Pangan Aman dengan bantuan anggaran dari BBPOM dan selanjutnya diharapkan mereka bisa mengganggarkan sendiri kegiatan terkait keamanan pangan menggunakan anggaran desa.

Untuk meningkatkan motivasi, komitmen, dan peran aktif komunitas desa dalam melakukan kegiatan untuk mewujudkan keamanan pangan dari dan bagi masyarakat desa, sekaligus membentuk Desa Pangan Aman, perlu dilakukan penilaian dan penghargaan kepada desa yang telah mewujudkan Desa Pangan Aman baik dari segi pelaksanaan kegiatan maupun penganggaran dengan dana desa.  Setiap tahun di masing-masing propinsi mengajukan 1 (satu) nominasi desa untuk mendapatkan penghargaan. Untuk DIY nominasi tahun 2020 adalah desa Panggungharjo Sewon Bantul yang secara konsisten telah menerapkan program keamanan pangan bagi warganya, dan melalui dana desa telah meluncurkan berbagai kegiatan terkait praktek penerapan keamanan pangan.

Dengan terbentuknya Desa Pangan Aman, diharapkan warga masyarakat bisa melindungi diri sendiri dari konsumsi pangan yang tidak aman, sehingga harapan untuk hidup sehat dan panjang umur bisa terlaksana. Aman Desaku dengan pembentukan Desa Pangan Aman.   Sehat Wargaku dengan penerapan praktek keamanan pangan di setiap saat dalam setiap waktu.

 

ETTY RUSMAWATI-BBPOM DI YOGYAKARTA

 

Ngopi SeloW (Ngobrol Pintar Selasa Wage, = baca Seloso Wage)


1. Abstrak

Program/ Kegiatan gelar informasi obat dan makanan bernuansa khas daerah dalam rangka mendekat ke masyarakat, dilaksanakan setiap Selasa Wage bersamaan dengan Gelar Budaya di Yogyakarta, kegiatan dilaksanakan bersama lintas sektor terkait atau anggota Pramuka (Saka POM)

2. Tujuan

-  Dibuat program/ kegiatan rutin yang menarik khas daerah, dilaksanakan dalam bentuk   kegiatan langsung ke masyarakat dan melalui media sosial.

-   Program/ kegiatan berupa gelar informasi berjudul Ngobrol Pintar Selasa Wage (Ngopi SeloW) yang dilaksanakan rutin (terjadwal), edukatif, menarik dan bisa langsung menyentuh ke masyarakat baik secara langsung maupun melaui media sosial yaitu dengan program yang rutin/ terjadwal setiap Selasa Wage maka lebih mudah dipublikasikan sehingga dapat diketahui masyarakat. Program informasi yang menarik dengan menampilkan video dengan  tokoh khas daerah Mas Blangkon (Blak-blakan Ngomongnya Konsisten), Mbak Cempluk (Ceplas Ceplos Memberi Petunjuk ) dan Petugas Balai/  Struktural/ Kepala Balai. Mas Blangkon berpakaian Jawa dengan memakai blangkon, Mbak Cempluk memakai kebaya lurik/ model kartini khas Yogyakarta, pemeran ini bertugas ngobrol dengan tema biasa (prolog). Petugas Balai berpakaian kedinasan, bertugas menerangkan tema/ prosedurnya. Petugas Balai bisa diganti dengan Pejabat Struktural/ Kepala Balai/ Lintas Sektor terkait sesuai kebutuhan cerita. Video Ngopi SeloW dibuat bervariasi dengan segmen anak-anak, remaja, masyarakat umum dan pelaku usaha. Video ini akan ditunjukkan kepada masyarakat pada waktu dilaksanakan kegiatan pameran dan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Dilaksanakan bersama lintas sektor terkait misalnya Dinas Kesehatan atau Disperindag atau anggota Pramuka (Saka POM) dari kabupaten dimana kegiatan ini dilaksanakan.

-   Program Gelar Informasi dengan tema utama pengenalan Cek KLIK ini terdiri dari Pameran, Uji Rapid Test Kit, KIE Ritel, Penayangan Video Berkarakter Daerah Mas Balngkon yang akan ditunjukkan kepada para pengunjung yang datang ke pameran, Penjaringan Follower Media Sosial.

-   Agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, gelar informasi dilaksanakan di  seluruh  DIY yang mencakup 5 kabupaten/ kota secara bergantian, berlokasi di depan toko/ swalayan/ ritel modern.

3.Signifikansi

a.  Dengan adanya inovasi ini maka akan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menerima informasi obat dan makanan terutama Cek KLIK baik melalui pertemuan langsung (pameran, uji rapid test kit dan KIE) maupun melalui media sosial.

b.  Dapat meningkatkan follower di media sosial  

4. Penutup

Dengan adanya program/ kegiatan Gelar Informasi Ngopi SeloW ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama tentang Cek KLIK, dapat meningkatkan jumlah follower media sosial official dan BBPOM di Yogyakarta sehingga dapat lebih dekat dengan masyarakat.

                                                                                Wulandari, STP-BBPOM di Yogyakarta