INFORMASI OBAT DAN MAKANAN

menu

Monday, 28 December 2020

Aparatur Sipil Negara Balai Besar POM di Yogyakarta Berkontribusi dan Melayani Masyarakat

 Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan impian dari sebagian masyarakat. Kita coba tengok Siaran Pers yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 092/RILIS/BKN/XII/2019 yang dikeluarkan pada 9 Desember 2019 lalu bahwa hingga masa  pendaftaran  seleksi  penerimaan  CPNS  tahun  2019  berakhir  tercatat  4.197.218 pelamar submit pendaftaran, ya 4 juta-an pelamar. Data ini menjadi fantastik karena formasi yang disediakan sejumlah hanya 152.286, yang berarti angka pendaftar mencapai 27 kali lipat dari lowongan formasi yang tersedia.

Saat ini, jumlah total ASN sebanyak 4.121.176 dengan ASN wanita sebanyak 52% dan ASN pria 48% (BKN, 2020). Cukup banyak ditempelkan stereotip yang kurang baik yang ditempelkan pada ASN masa kini akibat perilaku ASN masa lalu yang dikenal lambat, malas, berbelit-belit, tidak tertib, bahkan korupsi. Miris, karena sejatinya ASN diproyeksikan Pemerintah sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat. Reformasi birokrasi yang sejak tahun 2010 digaungkan belum mampu menghilangkan sepenuhnya anggapan ASN yang kurang baik di mata masyarakat. Lalu, bagaimana dengan ASN Badan POM khususnya ASN Balai Besar POM di Yogyakarta? Apa kontribusi ASN Balai Besar POM di Yogyakarta pada bangsa ini?

Badan POM merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementrian yang menyelenggarakan tugas di bidang pengawasan obat dan makanan. Tugas ini didukung oleh ASN di lingkungan Badan POM, mulai dari ASN di Loka POM yang berkedudukan di beberapa Kabupaten/Kota, ASN di Balai Besar/Balai POM tingkat provinsi dan tentunya ASN yang berkedudukan di pusat. Saat ini terdapat 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Loka POM di seluruh Indonesia.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat  Balai Besar POM di Yogyakarta  yang didukung oleh 130 ASN. ASN berkontribusi sesuai dengan tupoksi masing-masing bidang. Secara struktur organisasi, terdapat 5 bidang/bagian di Balai Besar POM di Yogyakarta yaitu Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Pengujian, Bidang Pemeriksaan, Bidang Penindakan dan Bagian Tata Usaha.

Sebagai  salah  satu  bentuk  pemenuhan  kebutuhan  pelayanan  bagi  masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan, Balai Besar POM di Yogyakarta menyediakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu bagi masyarakat DIY yang mengintegrasikan 3 layanan yaitu layanan informasi dan pendampingan izin edar; layanan pengaduan; dan layanan pengujian sampel pihak ketiga. Unit Pelayanan Publik BBPOM di Yogyakarta ini dilengkapi dengan

fasilitas akses untuk difabel (jalan, kursi roda) ruang tunggu yang nyaman, galeri inovasi, area bermain anak, display produk-produk temuan, bahan-bahan informasi, charger, ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), ruang perpustakaan, ruang laktasi,

monitoring  dan  evaluasi,  serta  replikasi  pasar.  Sampai  tahun  2020  ini,  BBPOM  di Yogyakarta telah mendampingi 10 pasar dalam program pangan aman dari bahan berbahaya, yaitu pasar Demangan, pasar Wates, pasar Niten, Pasar Argosari, Pasar Sambilegi, Pasar pasar Imogiri, Pasar Piyungan, Pasar Gentan, pasar Kranggan dan pasar Playen.

Program Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) merupakan program Badan POM dan dilaksanakan di setiap provinsi di Indonesia, termasuk di DIY. Program ini bersifat sukarela dalam rangka mengapresiasi penerapan keamanan pangan di sekolah khususnya kantin sekolah. Program ini dimaksudkan untuk mendorong kantin sekolah di DIY menerapkan praktik keamanan pangan yang baik. Sumber daya manusia yang berkualitas di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dengan menyediakan pangan yang akan dikonsumsi komunitas yang dalam kondisi aman, bermutu dan bergizi.

Produk layanan publik lain yang diberikan oleh BBPOM di Yogyakarta adalah penerbitan rekomendasi sarana produksi/distribusi obat dan makanan. Seksi Sertifikasi Balai Besar POM di Yogyakarta mempunyai peran melihat kesesuaian fasilitas sarana produksi/distribusi dengan standar untuk menjamin obat dan makanan diproduksi dengan aman. Melakukan evaluasi lingkungan tempat produksi, bangunan, fasilitas hygiene sanitasi yang dimiliki, peralatan yang digunakan, proses produksi/distribusi yang dijalankan, dokumentasi proses hingga proses penyimpanan produk obat dan makanan menjadi hal yang selalu dilihat oleh ASN yang bertugas di unit sertifikasi. Apabila memenuhi seluruh persyaratan, nantinya sarana produksi/distribusi mendapatkan rekomendasi untuk diajukan sebagai salah satu syarat pengajuan izin edarnya.

        Proses penilaian terhadap produk obat dan makanan seluruhnya dilakukan di unit pusat. Saat ini, banyak terobosan sistem pengawasan pre market Badan POM, yaitu pengembangan  e-Registration  dengan  intelligence self assessment system,  pencantuman 2D barcode pada label, perluasan registrasi melalui jalur notifikasi, timeline notifikasi dipersingkat menjadi 5 HK, seluruh registrasi melalui e-Registration dan tanda tangan elektronik, adanya subsite Registrasi Pangan Olahan, Coaching clinic untuk UMKM pangan olahan, konsultasi online & livechat, digital marketing & webinar, integrasi e-Registration dengan OSS serta bimbingan teknis dan pelayanan e-Registration di Balai Besar/Balai POM dan Loka POM.

Laboratorium Balai Besar POM di Yogyakarta didukung oleh ASN yang kompeten telah menunjukkan kompetensinya sebagai Laboratorium Penguji dengan menerapkan dan memperoleh Sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional dengan nomor sertifikat LP-125-IDN dengan total ruang lingkup sebanyak 1157 parameter uji. Pada struktur organisasi Balai Besar POM di Yogyakarta, Bidang Pengujian terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi pengujian kimia dan Seksi pengujian mikrobiologi yang membawahi 7 laboratorium pengujian. Seksi pengujian kimia mempunyai tugas melakukan pengujian rutin, pihak  ketiga  dan  pengujian  dalam  rangka  investigasi  dan/atau  penyidikan  obat  dan makanan. Terdapat 5 laboratorium di bawah Seksi Pengujian Kimia, yaitu Laboratorium Obat-Napza, Laboratorium Obat Tradisional, Laboratorium Kosmetik, Laboratorium Pangan dan Laboratorium Unggulan Baku Pembanding.

Laboratorium mikrobiologi BBPOM di Yogyakarta menguji mutu produk secara mikrobiologi, serta cemaran mikrobiologi pada produk yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia dengan parameter uji antara lain angka  lempeng total, kapang & khamir, koliform serta bakteri pathogen antara lain Eschericia coli, Salmonella dan Staphylococcus aureus. Sejak tahun 2011, BBPOM di Yogyakarta didukung oleh ASN yang kompeten telah mengembangkan Laboratorium Biologi Molekuler untuk pengujian DNA Porcine dalam rangka mendukung pengawasan pelabelan produk, dan pada tahun 2019

Balai Besar POM di Yogyakarta telah melakukan pengujian sampel parameter deteksi DNA Spesifik Porcine menggunakan metode Real Time PCR untuk komoditi produk pangan, suplemen kesehatan, dan kosmetik.

Berbagai fungsi yang ada di Balai Besar POM di Yogyakarta saling terkait untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat baik sebagai fungsi pembinaan maupun pengawasan berjalan dengan baik dan memudahkan masyarakat. Balai Besar POM di Yogyakarta telah memperoleh penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2019 sebagai wujud upaya melayani masyarakat dengan lebih baik dan tanpa korupsi.

ASN Badan POM khususnya ASN Balai Besar POM di Yogyakarta berkontribusi, melayani dan mempersatukan bangsa melalui tugas dan fungsi yang dijalankan sehari-hari, dan berada dalam wadah tunggal Koprs Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. ASN Balai Besar POM di Yogyakarta berupaya   mengamalkan   Panca   Prasetya   KORPRI   dan   berupaya   terus   menerus menjalankan reformasi birokrasi untuk pelayanan publik yang lebih berkelas.

 


 

Daftar Pustaka

 

Badan Kepegawaian Negara (BKN), 2020. Buku Statistik PNS Juni 2020. Jakarta                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rizqi Amalia Rohmah-BBPOM di Yogyakarta



Sunday, 27 December 2020

ASN BBPOM di Yogyakarta Menjadi Salah Satu Dari 40 Kandidat Terpilih PNS Inspiratif KemenPANRB

YOGYAKARTA. Sabtu (17/10), Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) mengumumkan Hasil Seleksi Tahap I Anugerah ASN 2020. Setelah melalui proses penjurian tahap pertama, terpilih kandidat terbaik dari 3 (tiga) kategori yang dilombakan. 30 (tiga puluh) kandidat terpilih kategori The Future Leader dipilih dari 142 (seratus empat puluh dua) yang diusulkan, 30 (tiga puluh) kandidat terpilih kategori PPT Teladan dipilih dari 71 (tujuh puluh satu) yang diusulkan dan 40 (empat puluh) kandidat terpilih kategori PNS Inspiratif terpilih dari 732 (tujuh ratus tiga puluh dua) yang diusulkan.

                            

Aparatur Sipil Negara (ASN) BBPOM di Yogyakarta Wulandari menjadi salah satu dari 40 (empat puluh) Kandidat Terpilih kategori PNS Inspiratif, dan akan mengikuti seleksi tahap berikutnya. Penghargaan PNS Inspiratif diberikan kepada PNS Inspiratif terbaik yang patut diteladani, mampu menginspirasi dan memotivasi ASN dan atau masyarakat. Penilaian dilakukan oleh juri-juri profesional yang ahli di bidangnya masing-masing yaitu Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Penggiat Perpustakaan Digital Sulasmo Sudharmo, Digital Literasi Ahmad Nugraha, Penulis dan Jurnalis Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji dan Presenter Helmi Yahya.

BBPOM di Yogyakarta

2 Peserta dari DIY Meraih Juara Lomba Tik Tok Chalenge Cek KLIK Genmil2 Badan POM

YOGYAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Pangan Dunia yang diperingati setianp tanggal 16 Oktober, pada Selasa (27/10) Badan POM menggelar Gebyar Milenial Keamanan Pangan yang mengangkat tema “Generasi Milenial, Tingkatkan Kesehatan dengan Sadar Pangan Aman. Aksi Kita adalah Masa Depan Kita”. Kegiatan diikuti oleh perwakilan siswa SMA/ SMK/ Madrasah Aliyah dan mahasiswa dari 34 provinsi di seluruh Indonesia termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).



Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan Lomba Tik Tok Chalenge Cek (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa (KLIK) yang diikuti oleh para peserta webinar.  Dipilih 5 (lima) peserta terbaik untuk mengikuti babak final, penentuan juara melalui system vote mentimeter oleh seluruh peserta yang hadir daring dan luring. Juara pertama diraih oleh Akun Tik Tok Salma, disusul juara kedua diraih oleh Akun Tik Tok Rhizachmad14 dan juara ketiga diaraih oleh Akun Tik Tok Emmanovriskasari19. Dua pemenang tersebut adalah peserta dari perwakilan DIY yaitu,  siswa SMAN 1 Kalasan Salma Nur Azizah dan mahasiswa Emma NovriskaSari.

Tak dapat dipungkiri, saat ini Tik Tok merupakan salah satu media social yang sangat digemari kawula muda. Informasi yang disampaikan melalui video Tik Tok akan mendapat perhatian dari generasi milenial. Dengan adanya video Tik Tok Cek KLIK ini diharapkan dapat efektif mengajak kaum muda untuk melakukan cek KLIK produk sebelum mengkonsumsi makanan dan minuman. Pentingnya memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak berlubang, sobek, karatan, penyok dan lain lain, pentingnya membacadengan cermat  informasi yang tertera pada labelnya,  pentingnya memastikan produk memiliki izin edar dan memastikan bahwa produk belum kedaluwarsa.

Wulandari-BBPOM di Yogyakarta

Peran KORPRI dan ASN BPOM Bagi Bangsa

Apa gambaran tentang PNS (Pegawai Negeri Sipil)? Sebuah gambaran tentang kinerja yang lambat, birokrasi yang berbelit, hasil yang kurang memuaskan, tidak disiplin dalam jam kerja serta kurang ramah dan peduli pada masyarakat. Praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang kerap terjadi pun tak luput dari sorot serta tumpang tindih antar fungsi pemerintahan dan belum efektifnya peraturan perundang-undangan yang belum terkoordinasi dengan baik antar intansi pemerintahan. Mengubah image yang terlanjur tertanam di benak masyarakat tentu tak mudah. Ada banyak agenda yang harus dilakukan salah satunya dapat melalui organisasi yang menaungi pegawai seperti KORPRI (Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia).

Di ulang tahun yang ke 49, KORPRI telah memasuki sebuah usia yang cukup matang untuk organisasi yang menghimpun seluruh pegawai di Indonesia. Organisasi yang dibentuk sejak tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 ini pada awalnya lebih banyak berkiprah dalam kesejahteraan anggotanya dan kepentingan politik tertentu.  Namun seiring dengan perkembangan zaman dan memasuki revolusi industri 4.0 kiprah KORPRI tentu sangat ditunggu oleh masyarakat pada umumnya. Kontribusi KORPRI dalam membantu terciptanya pelayanan publik yang prima sangatlah dibutuhkan.

Tak dapat dipungkiri menjadi Pegawai Negeri Sipil masih menjadi dambaan masyarakat. Namun bagaimana mengubah stigma negatif yang masih terpatri. Bahkan sampai sekarang masih banyak pendapat bahwa menjadi PNS memerlukan dana jutaan. Bagaimana akan berkinerja baik jika sudah ada beban? Sehingga, sebagian masyarakat pun menjadi apatis terhadap PNS.

Itulah sekelumit tantangan yang barangkali masih kita hadapi sebagai PNS. Mengubah image yang baik dan positif tentu tidak mudah. Ada yang ekstrim berpendapat perlu waktu hingga satu dekade lamanya atau bahkan satu generasi. Pemerintah tidak ingin waktu perubahan itu memakan waktu yang lama, masih ada harapan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) yang saat ini ada dapat dilakukan perbaikan dengan percepatan, namun butuh kesabaran dan ketekunan disertai dengan pengawasan yang mumpuni.

Melalui Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025, disusunlah landasan pelaksanaan reformasi birokrasi oleh pemerintah dan berdasarkan UU no 5 tahun 2014, maka istilah  PNS menjadi bagian dari ASN (Aparatur Sipil Negara). Ada secercah harapan bagi masyarakat akan kinerja ASN menjadi lebih baik. Pimpinan Negara berkomitmen penuh untuk dapat menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan mampu meraih visi  pemerintahan yang berkelas dunia yaitu pemerintahan yang profesional dan berintigritas tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis agar mampu menghadapi tantangan pada abad ke 21 melalui tata pemerintahan yang baik pada tahun 2025. (Reformasi Birokrasi, Pemerintah.net)

Reformasi Birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar  terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumberdaya manusia aparatur. (Reformasi Birokrasi, Pemerintah.net)

Tujuan yang ingin diraih dalam reformasi birokrasi adalah menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih dari KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara. (Makna Reformasi Birokrasi, Menpan.go.id)

Ada delapan area perubahan yang menjadi sasaran mencapai visi dan misi pelaksanaan reformasi birokrasi yaitu manajemen perubahan, penataan peraturan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tedapat pula sembilan program percepatan reformasi birokrasi yaitu penataan struktur organisasi pemerintah, penataan jumlah dan distribusi PNS, pengembangan sistem seleksi dan promosi secara terbuka, peningkatan profesionalitas PNS, pengembangan sistem pemerintah elektronik yang terintegrasi, peningkatan pelayanan publik, peningkatan integritas dan akuntabilitas kinerja aparatur, peningkatan kesejahteraan pegawai negeri dan peningkatan efisiensi belanja aparatur. (Reformasi Birokrasi, Pemerintah.net)

Di samping itu, untuk memperkuat komitmen pemerintah, maka dibuatlah program percontohan ZI (Zona Iintegritas), yaitu sebagai predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Hal ini dilakukan untuk memperkuat bukti keseriusan pemerintah dalam mencegah adanya praktek korupsi dan pungutan liar serta meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Tak mudah, namun bukan berarti tak bisa. Perlu semangat dan dukungan dari berbagai pihak. Tak hanya dari ASN, tapi juga dari masyarakat yang ikut memantau bila ada penyimpangan yang dilakukan. Partisipasi masyarakat dalam memantau setiap langkah yang dilakukan ASN sangat membantu dalam menetapkan prioritas kegiatan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

Kondisi masa lalu dan sekarang tentu telah jauh berbeda. Jika dahulu kita masih dapat mengandalkan kegiatan tatap muka, namun sekarang dengan adanya pandemi COVID 19 menuntut ASN untuk bekerja lebih cerdas, efektif dan efisisen. Penggunaan teknologi di sektor pemerintah dirasa masih kurang, bila dibandingkan dengan sektor swasta yang sudah bergerak lebih cepat. Adanya start up dan generasi milenial membuat kondisi menjadi berbeda. Cara pandang menentukan dalam mengambil sikap. Kolaborasi antar generasi yang berbeda diharapkan mampu membuat kebijakan yang lebih cepat, terarah serta tepat sasaran.

Peran ASN perlu dibuktikan dengan pencapaian kinerja yang baik terutama dalam melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Penetapan Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani menjadi trigger kompetisi yang sehat antar instansi pemerintah. Kompetisi ini tak hanya mengandalkan keunggulan dan kompetensi individu dalam berkinerja, namun juga menuntut sinergitas dalam bekerja sama sehingga hasil pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Instansi pemerintah pusat dan daerah berlomba untuk mendapat tempat di hati masyarakat. Hak masyarakat untuk menerima pelayanan terbaik dari pemerintah atas kontribusi pajak yang telah dibayar. Maraknya mall pelayanan publik dengan segala fasilitasnya atau aksi jemput bola yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga memungkinkan masyarakat dapat menyelesaikan persoalan administratifnya hanya dalam satu tempat, tanpa urusan berbelit apalagi perpanjangan tangan.

Badan POM sebagai instansi yang berkomitmen untuk melayani masyarakat berusaha menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Jika di awal keberadaannya hanya ada di Pusat dan 33 Provinsi yang berkedudukan di ibukota Provinsi, maka mulai tahun 2018 Badan POM mulai menjangkau di kota atau kabupaten yang masih dirasa strategis dengan mendirikan Loka POM. Pembentukan Loka ini sangatlah mendukung peran Badan POM untuk mewujudkan visi bahwa obat dan makanan aman, bermutu dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Pelayanan prima menjadi harga mutlak bagi pencapaian visi tersebut. Dengan pembentukan Loka maka daerah-daerah terpencil dapat terlayani sehingga semakin mempermudah masyarakat dalam mengenal Badan POM dan mengetahui sistem dan aturan-aturan dalam pengawasan obat dan makanan.

Untuk meraih hal tersebut, perlu ditunjang dengan kompetensi SDM yang mumpuni dan dapat diandalkan. Tak dipungkiri era teknologi informasi berkembang sangat pesat. Pelayanan tak hanya dapat dilayani dengan luring namun juga dipangkas melalui jejaring media sosial maupun aplikasi daring dari perangkat elektronik lainnya. Aplikasi-aplikasi pun dibuat agar pelayanan berjalan lebih efisien dan efektif. Dengan adanya aplikasi tersebut lebih dapat terukur kinerjanya dan akuntabel serta kemudahan dalam  mengakses informasi serta transparans, masyarakat dapat ikut memantau kinerja ASN. Bila dirasa kurang sesuai maka masyarakat dapat secara langsung mengajukan komplain dan ini harus segera diperbaiki oleh penyelenggara pemerintahan.

ASN juga berperan menjadi duta dalam kegiatan kemasyarakatan. Menyalurkan aspirasi yang berkembang di masyarakat dan mensosialisasikan setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah agar tidak muncul gap yang menimbulkan jurang perpecahan. Sikap netralitas ASN juga harus terjaga terutama dalam momen penting kenegaraan seperti pemilihan kepala negara atau kepala daerah yang biasanya berujung pada pertikaian baik frontal maupun di media sosial. Netralitas ASN mutlak adanya karena ASN adalah pelayan untuk semua masyarakat bukan hanya pihak yang menang atau kalah.  

Harapan ke depan agar KORPRI dapat berperan serta langsung mewujudkan pelayanan yang handal dan prima. Korpri bukan hanya untuk ASN tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Selamat Hari Jadi KORPRI semoga semakin jaya.

Daftar Pustaka

2014, Reformasi Birokrasi, Pemerintah.net, 18/11/2020, 05.00 WIB

-, Makna Reformasi Birokrasi, Menpan.go.id, 18/11/2020, 05.30 WIB



                                                                                                 







                                                                                              

                                                                                                Lisana Fajarwati-BBPOM di Yogyakarta

 

Gerakan Pojok Berbagi Sebagai Salah Satu Bakti Abdi Negara di Masa Pandemi Covid-19

 A. Pendahuluan

Delapan bulan sudah kita menghadapi bencana yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya yakni pandemi Covid-19. Wabah Covid-19 saat ini masih terus melanda dunia, termasuk Indonesia. Begitu cepatnya wabah pandemi Covid19 ini menyebar, membuat semua Negara melakukan upaya preventif, kuratif dan promotif. Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Badan POM dalam Buku Serba Covid (2020; 4) menyatakan bahwa “Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus Corona baru (novel coronavirus/nCov). Virus Corona baru mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influenza biasa”. Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan banyak hal, keadaan ini menuntut untuk banyak melakukan kreativitas untuk mengatasi musibah “pagebluk” yang entah kapan akan berakhir. Beruntung kita mewarisi sikap optimisme dan pantang menyerah nenek moyang bangsa kita yang terbentuk dari tantangan alam dan kondisi geografis Nusantara. Saat pandemi datang, budaya masyarakat yang penuh solidaritas dan gotong royong kembali membara mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah.

 

B. Bakti di Masyarakat dan Organisasi

            Saat ini, berbagai sektor terdampak dengan adanya pandemi Covid-19, terutama sektor kesehatan dan ekonomi. Banyak karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tidak mampu lagi bertahan. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah selayaknya banyak bersyukur karena relatif aman dari risiko adanya PHK. Dengan bersyukur maka akan banyak hal yang bisa dilakukan, sebagai wujud kecintaan terhadap organisasi terutama Badan POM dan organisasi wadah tunggal pegawai yakni Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Beberapa hikmah positif dapat diambil oleh ASN sebagai dampak adanya pandemi Covid-19 antara lain dapat bekerja melalui work from home (WFH), dapat meningkatkan kompetensi dengan biaya murah dan tidak terbatas karena saat ini banyak seminar atau bimbingan teknis yang dilakukan secara daring, dapat menyumbangkan tenaga dan pemikiran untuk ikut berperan serta mengatasi pandemi Covid-19 dan dapat beramal sebanyak-banyaknya.

Kini saatnya abdi Negara untuk berkiprah, berkontribusi, melayani dan mempersatukan bangsa. Memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk menghilangkan stereotip pegawai di masa lalu yang dikenal sebagai pelayan masyarakat yang lambat, berbelit-belit, tidak tertib dan bahkan korupsi. Kegiatan positif dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan etis/ tanggung jawab social (the social responsibility/ athical approach) yang dikenalkan Benita Steyn pada tahun 1960 bahwa “usaha secara etis, moral dan tanggung jawab sosial diharapkan memberikan respons atas masalah sosial di masyarakat”. (Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si.; Buku Komunikasi Korporat; 2019; 28 ). Abdi Negara dapat menjadi agen perubahan dengan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan kegiatan untuk perubahan, tentunya perubahan yang menyenangkan, perubahan yang menyejahterakan dan perubahan yang membanggakan. Sebagai abdi Negara banyak hal yang bisa kita lakukan baik bersama organisasi maupun bersama masyarakat, antara lain :

1.    Menyumbangkan tenaga sebagai relawan kesehatan dan peralatan laboratorium

Sebagai instansi yang mempunyai fasilitas laboratorium, Badan POM telah berinovasi dengan ikut berperan dalam melakukan uji konfirmasi Covid-19. Badan POM telah membuka kesempatan bagi seluruh karyawan untuk menjadi relawan penguji laboratorium. Dibutuhkan jiwa besar dengan pengorbanan tenaga dan waktu untuk ikut melaksanakan kegiatan tersebut. Mereka inilah satu diantara para pejuang di garda depan yang rela mengorbankan apa saja termasuk nyawanya sendiri untuk melayani dan mengobati pasien Covid-19. Peralatan uji laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk uji deteksi Covid-19 di lingkungan Badan POM juga bisa dipinjamkan kepada pihak-pihak terkait untuk dimanfaatkan (lihat gambar 1)


                                                                 


Gambar 1. Peminjaman Alat PCR BBPOM di Yogyakarta ke

RS Karyadi untuk Deteksi Covid-19


2.    Literasi melawan hoaks

Di tengah kemajuan teknologi saat ini, hoaks atau informasi palsu merupakan penyakit baru, pemakaian gawai sebagai sumber utama informasi, membuat hoaks dengan cepat menyebar. Disinilah tantangan sebagai ASN untuk dapat membanjiri semua media informasi baik cetak, media daring, grup-grup percakapan virtual maupun media sosial dengan konten yang baik, benar dan positif. Pesan yang positif dan terus menerus diterima oleh masyarakat diharapkan mampu menggerakkan hati nurani menjadi aksi nyata. ASN dapat menjadi pejuang lawan hoaks dengan membuat konten berisi informasi terkait Covid-19 seperti infografis, video, puisi, lagu, pantun, selain itu dapat menyisipkan materi Covid-19 disela-sela materi obat dan makanan yang disampaikan misalnya di event-event penyuluhan (lihat gambar 2) dan tentu saja dengan tak lelah-lelah mengajak masyarakat untuk mengedepankan prinsip cek fakta dan selalu “saring sebelum sharing”.( Menyambut Pahlawan Masa Kini; Koran Merapi; 2020; 12)

                                                                     



                 Gambar 2. Giat BPOM Menyapa, salah satu upaya menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat

 

3.    Melayani dengan protokol kesehatan

Masa pandemi Covid-19 tidak menghalangi ASN untuk terus melayani masyarakat, baik secara luring maupun daring, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Saat ini instansi pemerintah telah menyediakan sarana yang mendukung penerapan protokol kesehatan seperti menyediakan wastafel untuk mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer, pengecekan suhu badan dan melaksanakan disinfeksi secara rutin. Adanya pandemi Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang bagi ASN untuk terus bersikap profesional, inovatif, mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan (lihat gambar 3).

Keberadaan Badan POM saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dimana isu-isu tentang produk yang sedang naik daun antara lain tentang obat dan vaksin penangkal virus, produk jamu herbal yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tahan terdap virus dan produk-produk makanan beku yang sangat praktis di era pandemi seperti ini. Para pelaku usaha produk tersebut sangan membutuhkan pelayanan dan pendampingan dari petugas-petugas Badan POM.

                                                    


Gambar 3. Tekad melayani dengan baik tertulis pada masker petugas BBPOM

 

4.    Membangun solidaritas dengan pojok berbagi

Berbagai kegiatan untuk menggalang solidaritas di era pandemi Covid-19 telah dilakukan oleh Badan POM beserta unit pelaksana teknisnya dalam bentuk penggalangan dana, bakti sosial dan sedekah lainnya. Salah satu kegiatan inspiratif telah dilakukan oleh salah satu ASN BBPOM di Yogyakarta dengan membuat wadah bersedekah “Pojok Berbagi”, dengan pojok berbagi ini maka bersedekah dapat dilakukan kapan saja, siapa saja dapat berpartisipasi untuk ikut bersedekah, apa saja bisa disedekahkan dan siapa saja yang membutuhkan bisa mengambil sedekah tersebut. Pojok Berbagi bisa diisi dengan sedekah sembako, pakaian baru atau pantas pakai, masker, buah dan sayuran atau yang lainnya. Dengan adanya gerakan pojok berbagi ini, diharapkan dapat membangun semangat solidaritas terutama bagi lingkungan di sekitar tempat tinggal dan di lingkungan kerja. (lihat gambar 4, 5 dan 6)

                                                                       


Gambar 4. Pojok Berbagi ASN BBPOM di Yogyakarta



Gambar 5. Masyarakat memanfaatkan sedekah di Pojok Berbagi

Gambar 6. Giat Penyuluhan dan Sedekah di Halaman Kantor

 

ASN harus menyadari pentingnya membangun komunikasi ketika krisis, ASN harus menjadi role model di lingkungannya, dengan membangun pola pikir (mindset) yang positif, bahwa sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, sedekah dapat melimpahkan rezeki, sedekah dapat mendatangkan inspirasi dan sedekah dapat menjadi penolak bala serta obat dari penyakit. Melakukan sedekah secara rutin tanpa disadari akan membuat hari-hari yang dijalani penuh dengan sesuatu yang menakjubkan, semua kesulitan akan terasa mudah. Banyak orang yang masih membutuhkan uluran tanganmu, inilah saatnya ASN bersedekah. Sedekah dapat digunakan sebagai salah satu pengetuk hati nurani untuk pembentukan konsep diri ASN menjadi perekat bangsa. Sedekah tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, antar golongan (SARA), dalam naungan KORPRI, ASN Badan POM siap bersatu  dan berkontribusi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan memberikan aksi yang positif diharapkan masyarakat juga memberikan respon yang postif, mengacu model komunikasi John C. Zacharis dan Cloeman C. Bender dalam buku Speech Communication (1976; 35),  model stimulus-respon atau S-R (positif-positif) digambarkan seperti pada gambar 7. 

 

 

 


                              

Gambar 7. Model S-R (positif-positif)

 

C. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa adanya wabah pandemi Covid-19 jangan sampai menyebabkan penderitaan global di masyarakat, ASN dapat mengambil makna positif dibalik adanya musibah ini. Berdasar Laporan Tahunan Badan POM tahun 2019, ada 4.681 ASN di Badan POM yang menyebar di seluruh Indonesia, yang dapat menjadi aset besar untuk digerakkkan menjadi agen perubahan yang menyenangkan, menyejahterakan dan membanggakan. Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi ASN untuk terus melayani masyarakat dan melaksanakan aksi nyata yang sesuai dengan butir-butir Pancasila dan Panca Prasetya Korpri. ASN dapat berperan dengan dengan menyumbangkan jiwa, raga, harta dan pemikirannya. Gerakan Pojok Berbagi merupakan salah satu bentuk bakti abdi Negara di masa pandemi Covid-19, untuk membentuk karakter yang ikhlas berbagi dan semangat membangun solidaritas di lingkungannnya, ASN sebagai perekat Bangsa siap melayani dimanapun berada.

 

                                                                     Yogyakarta, 16 November 2020

                                                                     Wulandari, STP - HP 085228634009

                                                                  Penulis adalah salah satu dari 40 kandidat       

                                                                  PNS Inspiratif KemenpanRB tahun 2020

 


DAFTAR PUSTAKA

 

1.    Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si.; Komunikasi Korporat; 2019; Prenamedia Group; Jakarta

2.    Prof. Dedy Mulyana, M.A., Ph.D.; Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar; 2014; PT Remaja Rosdakarya; Bandung

3.   Dr.Ir.Penny Kusumastuti Lukito, M.C.P. dkk; Serba Covid;  2020; Rosda; Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Badan POM; Jakarta

4.    Prof.Dr.Widodo Muktiyo; Menyambut Pahlawan Masa Kini; 2020; Koran Merapi; Yogyakarta

5.    Laporan Tahunan Badan POM; 2019; Jakarta