Mulai
beberapa tahun belakangan ini sebagian masyarakat memiliki kecenderungan
untuk mengkonsumsi obat tradisional
(jamu) atau populer dengan sebutan obat herbal. Kebanyakan mereka terpengaruh dari promosi yang
diterimanya dan berharap dengan
mengkonsumsi obat herbal akan memberikan efek secara cepat pada gangguan
kesehatan atau penyakit yang dideritanya.
Gejala
di masyarakat ini bisa disebabkan karena keengganan untuk berobat ke sarana
layanan kesehatan walaupun sekarang sudah ada asuransi kesehatan berupa BPJS, Jamkesmas
yang biayanya relatif kecil bahkan gratis atau berobat ke dokter karena faktor
biaya dan birokrasi sehingga masyarakat memutuskan untuk mengobati diri sendiri
dengan menggunakan obat herbal.

